I Care I Nurse

RNCC-nursing-carePerawat adalah profesi merawat klien baik dalam keadaan sehat maupun sakit, pekerjaan perawat sebagai salah satu profesi merawat orang yang sakit tidaklah mudah, karena dalam merawat seseorang dengan keadaan sakit itu membutuhkan kesabaran yang lebih. Untuk itu perawat memerluakan kemampuan khusus dan mampu memperhatikan orang lain yang mencakup keterampilan intelektual, teknikal, dan interpersonal yang tercermin dalam prilaku caring atau kasih sayang / cinta (johnson, 1989). Sebagai seorang perawat, kita dituntut untuk menerapkan rasa peduli terhadap klein baik dalam keadaan sehat atau pun sakit. Seperti pendapat beberapa ahli tentang care :
Baca entri selengkapnya »

Bimbingan Sakaratul Maut

Posted: 22 Juni 2015 in Tak Berkategori

02 Mati atau kematian berasal dari bahasa arab yakni maut . Mati biasa juga disebut meninggal dunia, yang berarti tidak bernyawa atau tidak lagi adanya nyawa dalam jasad kita, atau terpisahnya roh dari zat, psikis dari fisik, jiwa dari badan, atau yang ghaib dari yang nyata. Seseorang yang sudah mati disebut mayat/ jenazah.

164a849b01858b8b91967ed98dfdd99fb4045dcePada hakekatnya maut atau mati adalah akhir dari kehidupan dan sekaligus awal kehidupan (baru). Jadi maut bukan kesudahan, kehancuran atau kemusnahan. Maut adalah suatu peralihan dari suatu dunia ke dunia lain, dari suatu keadaan kepada keadaan lain, tempat kehidupan manusia akan berlanjut. Kematian merupakan kondisi terhentinya pernapasan, nadi, dan tekanan darah serta hilangnya respons terhadap stimulus eksternal, ditandai dengan terhentinya aktivitas otak atau terhentinya fungsi jantung dan paru secara menetap.

Kematian adalah sesuatu yang pasti pada saat yang telah ditentukan, tidak ada kaitannya dengan perang atau damai, tempat yang kokoh atau yang sederhana, dan ada upaya atau tidak untuk mempercepat atau memperlambatnya. Jika maut itu datang, maka datanglah ia.

Dalam al-Quran surah Yunus ayat 49, menyatakan tentang kematian yang sudah pasti adanya.

“… Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan-Nya.”

Seseorang yang dikatakan mati apabila mempunyai tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Fungsi spontan pernapasan jantung telah berhenti secara pasti atau irreversible,
  2. Bila terbukti telah terjadi kematian batang otak.

Dalam PP No. 18 tahun 1981 mengatakan bahwa pengertian meninggal dunia adalah keadaan insani yang diyakini oleh ahli kedokteran yang berwenang bahwa fungsi otak, pernapasan, dan atau denyut jantung telah berhenti.

Jadi selama arti mati adalah kebalikan dari hidup, maka tanda-tanda kematian berarti merupakan kebalikan dari tanda-tanda kehidupan, yang nampak dengan hilangnya kesadaran dan kehendak, tiadanya penginderaan, gerak, dan pernapasan, serta berhentinya pertumbuhan dan kebutuhan akan makanan.
Ada beberapa ayat dan hadits yang menunjukkan bahwa manusia akan mati ketika ruhnya (nyawanya) ditahan dan ketika jiwanya dipegang oleh Allah SWT Sang Pencipta. Allah SWT berfirman :

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentu­kan.” (QS. Az Zumar : 42)

Imam Muslim meriwayatkan dari Ummu Salamah RA bahwa Rasulullah SAW :

“Sesungguhnya jika ruh sedang dicabut, maka mata akan men­gikutinya…”

Setiap manusia pasti akan mengalami kematian, tetapi sebelum meninggal orang akan mengalami Sakaratul Maut yaitu merupakan kondisi pasien yang sedang menghadapi kematian, yang memiliki berbagai hal dan harapan tertentu untuk meninggal. Sakartul maut dan kematian merupakan dua istilah yang sulit untuk dipisahkan, serta merupakan suatu fenomena tersendiri. kematian lebih kearah suatu proses, sedangkan sakaratul maut merupakan akhir dari hidup.

Mengenai tanda-tanda khusul khotimah atau su’ul khotimah seseorang yang sedang sakaratul maut, Usman bin Affan pernah berkata bahwa Nabi (SWT) bersabda:

“perhatikanlah orang yang hampir mati,seandainya kedua matanya terbelalak,dahinya berkeringat,dan dua lubang hidungnya bertambah besar,membuktikan bahwa ia sedang memperoleh kabar gembira,tetapi jika dia mendengar seperti orang yang sedang mendengkur (ngorok) atau tercekik,wajahnya pucat,mulutnya bertambah besar,berarti ia telah mendapat kabar buruk”.

Cara malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada ALLAH maka malaikat Izrail mencanut nyawanya dengan kasar. Sebaliknya bila terhadap orang sholeh cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap amat menyakitkan. “ Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya di pukul pedang. “ ( HR. Ibnu Abu Dunya)

images

Apa yang harus di lakukan Perawat ketika ada klien Muslim Sakaratul Maut ?  

Baca entri selengkapnya »

Tata Nilai Perawat

Posted: 16 Desember 2014 in Tak Berkategori

Tata Nilai Perawat Care, Empathy, & Altruism.

Friendly nurse

Sebelum kita melanjutkan postingan, alangkah baiknya kita mengetahui apa itu tata nilai ? . Tata secara bahasa mengandung arti mengatur, sedangkan Nilai berarti suatu kualitas atau harga sesuatu.

Jadi, tata nilai adalah suatu tindakan dan perlakuan seseorang dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, tata nilai perawat yaitu suatu tindakan seorang perawat baik dalam pelayanan medis, maupun luar dalam memberikan asuhan keperawatan. Seperti dalam pengambilan keputusan.

Watson(1981, hal : 20-21) menjabarkan 4 nilai perawat penting dalam keperawatan yaitu :

  1. Komitmen yang kuat terhadap layanan.
  2. Menghargai harkat dan martabat setiap orang
  3. Komitmen terhadap pendidikan
  4. Otonomi profesional

Why i Must Care ?

 stock-footage-health-care-concept-animation

# Beberapa Aspek Tentang Perawat harus Care :

  1. Aspek Kontrak .

Perawat merupakan profesi yang profesional untuk memberikan pelayanan Care, Care seorang perawat berbeda dengan sikap care orang lain pada umumnya, care yang di lakukan perawat merupakan suatu bentuk pelayanan terapeutik.

  1. Aspek Etika

Menurut teori kant alasan kita harus care adalah karena kita berharap untuk mendapatkan care juga.

  1. Aspek Spiritual

Perawat yang “ Religious” adalah orang yang care, bukan karena dia seorang perawat,tetapi lebih karena dia adalah anggota suatu agama dan kepercayaan

# beberapa Faktor yang dapat mempengaruhi sikap Care :

  1. Keluarga yang merupakan salah satu hal yang dapat membuat seseorang terbentuk karkakternya, apapun yang terjadi di dalam lingkungan keluarga akan mempengaruhi perkembangan karakter seseorang.
  2. Lingkungan Sosial tidak hanya keluarga yang dapat mempengaruhi terbentuknya karakter sesorang, lingkungan sosial pula dijadikan salah satu hal yang dijadikan faktor yang dapat mempengaruhi sikap care melalui pembentukan karakter
  3. Keadaan Ekonomi disadari maupun tidak, faktor ekonomi juga bisa mempengaruhi karakter seseorang dalam prilaku Caring.
  4. Keadaan Pelayanan Kesehatan Modern seiring berjalannya waktu, zaman akan terus berkembang menuju hal-hal yang modern. Bahkan dunia medis sudah banyak menggunakan alat-alat canggih dan bahkan sudah ada perawat yang terbuat dari robot. Tapi tetap walaupun modern perawat seperti itu tidak dapat memberikan rasa caring seperti manusia pada umumnya dan juga tidak bisa memberikan asuhan keperawatan yang bisa menjadi terapeutik bagi pasien.

Empathy

hjftfgytf

Empathy merupakan perasaan “pemahaman” dan “penerimaan” perawat terhadap perasaan pasien dan kemampuan merasakan “dunia pribadi pasien”.Empati merupakan sesuatu yang jujur, sensitif, dan tidak dibuat-buat (objektif) didasarkan pada apa yang dialami orang lain. Empati berbeda dengan simpati. Simpati merupakan kecenderungan berpikir atau merasakan apa yang sedang dilakukan atau dirasakan orang lain.

Baca entri selengkapnya »